Senin, 19 Januari 2009

Cerpen lum jadi

" Hummmhhhhhhhhhhhh...capek banget!!!!!!!!!!! ", ucap Sherin sambil kembali meneruskan lamunannya. Ia terlihat pucat, pasi, tak bersemangat. Tiba - tiba...
" Dooooorrrrrrr....!!!!!" teriak Echa yang di ikuti kebingungan di wajahnya, " Loe napa sih Sher lemes banget, kayak kucing sakit aja, hehehe kidding!!!!", Sherin hanya melirik wajah Echa dan kembali tertunduk lemas.
" Gak knapa - napa !!", singkat Sherin sambil pergi gitu aja.
"Loe tau ga Cha, yang gue denger dari Uchant Sherin lagi sedih, Soalnya Dimas mau pindah ke luar kota!", ucap Nuna panjang lebar sambil memberenggut, memperlihatkan wajahnya yang selalu ceria itu, menjadi sedih. Mereka memang empat sahabat yang selalu kompak, meskipun sekarang mereka melanjutkan di Perguruan Tinggi yang berbeda, tapi persahabatan mereka tetap "SUNE", selalu numer satu, itu yang selalu dielu - elukan mereka berempat.
"Na, kasian Sherin disaat dia udah mulai sayang, Dimas mau pergi jauh"
"Iah, watir banget tu anak!!" tambah Nuna
mereka berdua tertunduk bingung, entah apa yang bolak - balik muterin otak mereka.
"Akkhhhhhhhh....!!!!!!!!!! Cha tau Na, gimana kalau kita cariin aja dia pacar, dia kan belum pernah pacaran??"
"......................" (Nuna)
" Boleh juga tuh! Tapi... kayak engga tahu Sherin aja, dia kan paling susah masalah gini - ginian, tapi wuihhhh kalau udah sayang, setia abis meskipun cuma ngeceng"
mereka berdua kembali tertunduk, memikirkan seribu cara jitu untuk menghibur Sherin.
" Ehem..Sherin..ehem..Sherin..!!!" goda Echa, si perayu ulung " Sherin, senyum donk, mukanya ditekuk terus, kayak meja lipet ih jelek!!!"
Echa pun terus berusaha, tak kehilangan akal mautnya samapai Sherin bsa mengeluarkan sepatah kata dari bibir tipisnya.
" Hummmmhhhhh....!" Sherin memandang ketiga sahabatnya satu per satu, yang saat itu mereka sedang berkumpul di basecamp tempat biasa mereka untuk bergosip, sahare, dan semua hobi cewek. Di rumah Uchant, tempat yang di ikhlaskan untuk selalu menjadi sarang para cewek movie club ini.
" Makasi yah, kalian .....!" ucap Sherin terputus seraya mengarahkan pandangannya pada dua cowok yang sedang berjalan ke arah mereka.
"Hiii..Chant lagi pada ngapain kalian, seru amat???" tanya si pangeran cinta Adam, dia romeonya Uchant yang paling dewasa diantara mereka, selain umurnya yang beda satu tahun dari kita - kita, memang pola pikir cowok itu dewasa yang bisa menampung ribuan curhat orang.
" Ini, nih lagi ngi....!" Uchant terhenti seraya memperlihatkan raut muka kesakitan karena injakan kaki Sherin.
" Engga ngapa - ngapain kok, lagi ngobrol aja, ia kan Chant!!!"
" Emmmmhhhhh...iah...iah..!" ucap Uchant yang terlihat bingung
"Aiii She, apa kabar???" ternyata si cowok cool ini akhirnya bisa mengeluarkan kata, yang jarang ia ucapkan pada cewek, setelah mereka ditinggal berdua di tangga depan.
" Baik, kamu? ucap Sherin singkat
Mereka terlihat seperti biasa, selalu canggung bila urusan ngobrol - mengobrol, itu juga membicarakan hal yang engga penting.
Sherin hanya tertunduk malu, seraya bergumam dalam hatinya, begitu sulit ia harus melihat Dimas akan pergi jauh, berlalu bersama setiap kenangan dan tak kan pernah tau apa yang sebernarnya ia simpan selama ini. rasa yang terus membelenggunya, memaksa untuk jujur terhadap perasaannya sendiri, tapi rasa takutnya mengalahkan semua itu, hingga memaksa hatinya selalu menutupi rasa sayang yang selama ini ia simpan.
Seperti menangis dalam hati, yang selama ini ia rasakan tak mampu jujur, meskipun pada dirinya sendiri, kegagalan yang selalu ia alami, membuat ia tak mampu berucap jujur, dan akhirnya menutupi segala perasaannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar